Harga Mobil Baru Bisa Turun Hingga 35 Juta Rupiah dan Tanpa Pajak


Terdapat usulan bahwa akan ada pembebasan pajak mobil baru menjadi nol persen dan membuat harga mobil itu sendiri turun hingga sebesar 20 sampai 40 peren. Mobil terlaris di Indonesia ini yang bernama Toyota Avanza banderol terpangkas puluhan juta. Instrumen utama perpajakan mobil baru ini sendiri terbagi menjadi empat, yaitu Pajak Pertmabhn Nilai (PPn) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM0 telah dipungut oleh pemerintah pusat serta Bea Balik Nama (BBN) dan Pajak Kendaran Bermotor (PKB) dan masuk ke dalam kas daerah.

Besar PPn ini sendiri di banderol hingga sebesar 10 persen, sedangkan untuk PPnBM bervariasi di antara 10 hingga 125 persen berdasarkan aturan yang masih berlaku. Semakin besar PKB ini sendiri berada di angka 2 persen dan untuk BBN tergantung daerah 10 hingga 12.5 persen. Semuan instrumen pajak ini sendiri dihitung berdasarkan nilai jual kendaraan bermotor (NJKB), dimana hasilnya menjadi sebagian faktor penentu harga ritel mobil baru yang tertera di dealer.

Harga ritel mobil baru ini juga telah ditentukan dari seperti distribusi dan keuntungan dealer, komeptisi pasar, serta pembuatan BPKB dan STNK. Untuk usulan pembebasan pajak mobil baru ini sendiri juga disampaikan oleh Kementerian Perindustrian ialah PpnBMdan juga BBN yang menjadi nol persen. Menghitung harga ritel mobil baru tanpa PPnBM dan BBN ini juga tdiak semudah menghilangkan dua komponen ini sudah menjadi faktor penentu dan masih banyak lagi.

Pada Jumat, 25 September 2020 ini juga terdapat Direktur Pemasaran Suzuki Indomobil Sales yang bernama Donny Saputra mengatakan komponen perhitungannya tidak dari konstanta. Donny ini juga mengatakan misalnya harga mobil (NJKB) sebesar 10 jutaan rupiah dan menajdi 110 juta rupiah.

Donny juga telah menjelaskan tanpa PPnBM dan BBN harga ritel otomatis ini pasti akan turun. Dimana dia akan mengingatkan cara menghitungnya dan bukan berarti langsung memangkas harga ritel dari beban kedua pajak tersebut.

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2000 menceritakan PKB dan BBN, dimana mobil baru ini misalnya Toyota Avanza ini merupakan salah satu varian terendah yaitu 1.3 E M/T, NJKB-nya yang sudah tertera sebesar 149 juta rupiah.

Dimana hal ini sudah dalam kondisi normal dan telah dibebani PPnBM sebesar 10 persen atau senilai 14.9 juta rupiah dan BBN di Jakarta senilai 12.5 persen 18.6 juta rupiah atau setara dengan tota; 35 juta rupiah. Saat Agen Pemegang Merek (APM) ini menentukan harga ritel mobil bermerek Avanza 1.3 E M/T di dealer dengan menambahkan uang sebesar 35 juta rupiah yang merupakan beban konsumen. Dimana hal ini sebaliknya, jika usul Kemenperin ini sendiri disetujui sebesar 35 juta rupiah ini tidak perlu ditagih oleh pemerintah.

Berdasarkan situs resmi Toyota Indonesia ini sendiri Avanza 1.3 E M/T dijual sebesar 197.7 juta di Jakarta. Dimana secara kasar ini dikurangi sebesar 35 juta rupiah dan di banderol dengan harga menjadi 162.7 juta rupiah. Dimana penurunan harga mobil terbaru ini tanpa PPnBM dan BBN yang juga bisa jadi lebih besar dari hal tersebut jika diganbungkan dengan program pemasaran APM atau dealer misalnya yaitu diskon atay potongan.

Sekian berita mobil terbaru, tunggu kabar terbarunya dari kami!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *