Usulan Relaksasi Pajak 0 Persen Untuk Mobil Baru


Kementerian Perindustrian telah mendorong Kementerian Keuangan untuk menyetujui pajak 0 persen pada produk mobil baru. Dimana Menperin Agus Gumiwang ini juga pernah menjelaskan bahwa tujuan ini untuk menggairahkan industri otomotif di tengah pandemi corona virus. Kementerian ini juga telah mengaku berupaya memacu industri otomotif untuk tetap bertahan di masa pandemi covid-19 ini. Salah satu hal yang dilakukan adalah dengan mengajukan relaksasi Pajak penjualan atas Barang Mewah untuk mobil baru sebesar 0 persen, PPN, serta pajak daerah yang mencaku Bea Balin Nama, Pajak Kendaraan Bermotor dan juga Pajak progresif ke kementerian keuangan.

Tidak hanya itu saja, relaksasi ini juga mampu mengharapkan daya beli masyarakat yang tetap produktif. Industri otomotif merupakan salah satu dari tujuh sektor yang memperoleh prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0 pad Sabtu, 17 Oktober 2020. Dia juga telah menyebutkan pada tahun 2019 yang mana lebih dari 1 juta kendaraan dijual didalam negeri dan 300 ribu telah diekspor ke seluruh dunia. Keunggulan produk otomotif ini juga telah dibuat oleh pabrikan di Indonesia yang mengakui hingga kancah global. Indonesia telah menjadi negara eksportit kendaraan Completely Built Up yang lebih dari 80 negara tujuan.

Dimana lima negara tujuan utama ini termasuk Filiphina, Saudi Arabi, Jepang, Meksiko, dan juga Vietnam. Penjualan kendaraan roda empat ini telah mampu menembus angka hingga 25.200 unit atau naik menjadi 100 persen dari angka bulan sebelumnya. Penjualan di bulan Agustus telah mencapai hingga 37.200 unit atau naik menjadi 47 persen dari bulan Juli lalu. Sementara untuk produksi kendaraan bermotor roda empat sepanjang tahun 2019 telah mencapai hingga 1.28 juta unit.

Tetapi kabarnya di Senin, 19 Oktober 2020 Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menolak usulan ini. Dimana kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil abru sebesar 0 persen seperti yang disampaikan oleh industri dari kemenprin. Wacana pajak 0 persen untuk pembelian mobil baru ini juga telah mencuat bulan lalu saat kementerian perindustrian mengusulkan relaksasi pajak hingga Desember 2020 untuk membantu daya beli masyarakat pertumbuhan industri manufaktu di bidang otomotif.

Ide atau usulan baru ini berguna untuk menggerakkan ekonomi yang dikaji oleh kementerian keuangan bahkan saat di pandemi covid-19 ini. Sri Mulyani juga telah mengungkan dalam konferensi pers virtual di Selasa, 22 September 2020 akan mengkajinya lebih dahulu karena sepertinya insentif untuk program pemulihan ekonomi nasional ini sudah banyak.

Industri otomotif ini juga membutuhkan stimulus dari pemerintah agar terjadi peningkatan daya beli. Ilustrasi pajak 0 persen ini meliputi pajak pertambahan nilai (PPN), Pajak penjualan barang mewah (PPnBM), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), dan juga pajak kendaraan bermotor.

Direktur daripada PT Toyota Astra Motor, yaitu Anton Jimmi Suwandy ini juga berharap akan wacana pajak o persen pada pembelian mobil baru yang bisa segera diputuskan supaya ada kepastian di pasar. Semua hal yang dilakukan ini agar dapat menggerakan perputaran roda ekonomi di dunia industri otomotif. Dimana sudah cukup banyak sektor yang perputaran roda ekonominya menjadi lambat akibat penyerangan wabah covid-19 ini. Semoga setiap harapan dan wacana yang telah disusun ini dapat terealisasi dan dapat membuat perputaran ekonomi Indonesia semakin membaik akbat wabah pandemi ini yang merugikan seluruh masyrakat di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *